Bimtek Bersama KPK, Benyamin Keluarga Jadi Benteng Pertama Cegah Korupsi

waktu baca 3 menit
Selasa, 15 Sep 2026 13:06 25 PILARBANTENNEWS

TANGERANG SELATAN –PILAR BANTEN NEWS, Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menegaskan bahwa upaya membangun pemerintahan berintegritas tidak cukup hanya mengandalkan regulasi dan sistem pengawasan. Menurutnya, budaya antikorupsi harus dimulai dari lingkungan paling dekat, yakni keluarga.

Pesan tersebut disampaikan Benyamin dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Keluarga Berintegritas bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Ruang Blandongan, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Ciputat, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 54 lurah se-Kota Tangerang Selatan beserta pasangan masing-masing, dengan pendampingan dari KPK RI.

Benyamin mengatakan keluarga merupakan tempat pertama seseorang mengenal nilai kejujuran, tanggung jawab, kesantunan, serta memahami batas antara hak pribadi dan sesuatu yang bukan menjadi haknya.

«“Ketika kita berbincang tentang integritas, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang nilai, karakter dan pilihan kita. Dan tempat pertama seseorang belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, kesantunan dan kebenaran adalah keluarga,” ujar Benyamin.»

Menurutnya, pasangan memiliki posisi penting sebagai pengingat ketika seorang pejabat menghadapi godaan ataupun menerima sesuatu yang patut dipertanyakan.

Benyamin bahkan mengibaratkan pasangan sebagai “rem” yang dapat mengingatkan aparatur agar berhati-hati dalam menjalankan amanah.

«“Kalau dalam istilah mobil, (pasangan jadi) remnya. Kalau dikasih duit kegedean, kan (pasangan bisa tanya) gede dari mana, tumben amat, kan jadi rem gitu. Atau wanti-wanti sejak awal berangkat, ‘Pak, hati-hati ya. Bismillah, cari rezeki yang halal saja,’” katanya.»

Namun, Benyamin menegaskan peran tersebut bukan berarti pasangan dapat mencampuri urusan teknis pemerintahan atau melakukan intervensi terhadap pekerjaan lurah. Keluarga justru diharapkan menjadi mekanisme pengawasan informal yang memperkuat integritas pejabat.

Ia juga mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah dan kepercayaan publik yang harus dipertanggungjawabkan melalui perilaku dan keteladanan.

«“Ingat, jabatan bukan sekadar kewenangan, jabatan adalah kepercayaan. Dan kepercayaan tidak cukup dijaga dengan kata-kata, tetapi harus dibuktikan melalui sikap, perbuatan, dan keteladanan,” tegasnya.»

Pesan tersebut dinilai penting bagi para lurah karena mereka berada pada lini pemerintahan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Pelayanan, keputusan, hingga perilaku seorang lurah dapat dirasakan dan dinilai secara langsung oleh warga.

Melalui program Keluarga Berintegritas bersama KPK, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap nilai antikorupsi tidak berhenti sebatas program maupun kegiatan formal, tetapi berkembang menjadi budaya yang diterapkan mulai dari keluarga hingga lingkungan pemerintahan.

“Integritas harus dimulai dari rumah, dicontohkan dalam kehidupan, dan kemudian dibawa ke tengah-tengah masyarakat. Jangan hanya menjadi pemimpin yang dihormati karena jabatan, tetapi jadilah pemimpin yang dihormati karena integritas, ketulusan, dan keteladanan,” pungkas Benyamin.

Penguatan integritas dari lingkungan keluarga diharapkan dapat membentuk aparatur yang lebih bertanggung jawab, menjaga kepercayaan masyarakat, serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Tangerang Selatan.Red

PILARBANTENNEWS

PT Pilar Banten News merupakan entitas perusahaan pers lokal yang menaungi media siber independen Pilar Banten melalui portal berita utamanya di Pilar Banten.domine resmi pilarbantennews.co.id

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

LAINNYA