Dampak Erupsi Anak Krakatau, PJJ Pelajar Banten Diperpanjang hingga 11 September

waktu baca 2 menit
Selasa, 8 Sep 2026 12:57 19 PILARBANTENNEWS

BANTEN — PILAR BANTEN NEWS — Gubernur Banten Andra Soni memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) di Provinsi Banten hingga Jumat, 11 September 2026. Kebijakan tersebut diambil menyusul kondisi kualitas udara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang dinilai belum aman untuk kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

Keputusan perpanjangan PJJ ditetapkan setelah Gubernur Andra Soni memimpin rapat koordinasi dan pemantauan di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Selasa (8/9/2026).

Menurut Andra, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau menunjukkan penurunan. Namun, potensi bahaya erupsi serta paparan abu vulkanik masih menjadi perhatian pemerintah.

“Erupsi hari ini memang sudah menurun. Namun, berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), masyarakat dilarang mendekati lokasi dalam radius 3 kilometer dan diwajibkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan,” kata Andra.

Selain ancaman langsung dari aktivitas vulkanik, Pemerintah Provinsi Banten turut menyoroti peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang dikaitkan dengan paparan abu vulkanik.

Berdasarkan laporan yang disampaikan dalam rapat koordinasi, jumlah kasus ISPA yang dalam kondisi normal berada di kisaran 2.000 kasus, kini dilaporkan meningkat menjadi sekitar 4.500 kasus.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah untuk memperpanjang PJJ guna mengurangi risiko paparan abu vulkanik terhadap siswa.

Pemprov Banten juga memastikan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dilakukan. Gunung api yang berada di perairan Selat Sunda tersebut berstatus Siaga atau Level III sejak 2 Juli 2026.

“Kami terus melakukan pemantauan. Sampai saat ini, gunung masih mengeluarkan abu hitam yang pergerakannya bergeser ke arah samudra. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada,” ujar Andra.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Pasauran, M. Nugraha Kartadinata, menjelaskan aktivitas erupsi bertipe strombolian masih berlangsung. Erupsi tersebut berpotensi melontarkan material vulkanik hingga jarak lebih dari dua kilometer.

“Selain abu vulkanik, erupsi ini juga melontarkan batuan. Karena itu, kami merekomendasikan agar tidak ada aktivitas warga dalam radius 3 kilometer. Kepada wisatawan atau siapa pun, saya imbau untuk tetap menjauh dari radius bahaya,” kata Nugraha.

Rapat koordinasi turut dihadiri unsur BPBD, Dinas Kesehatan, DLHK, Dinas Kelautan dan Perikanan, Diskominfo, Dinas Perhubungan, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten.

Usai rapat, Andra Soni meninjau langsung SMKN 1 Cinangka, Kabupaten Serang. Di lokasi tersebut, petugas melakukan pembersihan abu vulkanik yang mengendap di lingkungan sekolah menggunakan teknik pembasahan untuk mengurangi debu beterbangan.

Pemerintah mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik, untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, mengurangi paparan debu, serta mematuhi radius bahaya tiga kilometer yang direkomendasikan PVMBG.red

PILARBANTENNEWS

PT Pilar Banten News merupakan entitas perusahaan pers lokal yang menaungi media siber independen Pilar Banten melalui portal berita utamanya di Pilar Banten.domine resmi pilarbantennews.co.id

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

LAINNYA