BANTEN — PILAR BANTEN NEWS,Pergantian pucuk pimpinan di tubuh Kepolisian Daerah (Polda) Banten menghadirkan sosok yang tidak asing bagi masyarakat Tangerang. Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Zain Dwi Nugroho resmi ditunjuk sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Banten dalam rotasi jabatan di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026. Zain menggantikan Brigjen Pol Iwan Saktiadi, yang mendapat penugasan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat II pada Sespim Lemdiklat Polri.
Penugasan ini menjadi babak baru dalam perjalanan karier Zain, sekaligus membawanya kembali ke wilayah yang pernah menjadi bagian penting dari pengabdiannya sebagai perwira kepolisian.
Bukan sekadar pergantian jabatan, kehadiran Zain di Polda Banten menempatkan seorang perwira dengan pengalaman kepemimpinan kewilayahan dan penugasan strategis di tingkat Mabes Polri pada posisi penting dalam struktur komando kepolisian daerah.
Perjalanan karier Zain Dwi Nugroho berawal dari Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1997, Batalyon Wira Pratama. Setelah menyelesaikan pendidikan kepolisian, ia melanjutkan pengembangan kompetensi melalui Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2004, Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) pada 2012, serta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri pada 2021.
Jenjang pendidikan tersebut menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya sebelum dipercaya mengemban sejumlah jabatan strategis di lingkungan Polri.
Puncak penting dalam perjalanan pangkatnya terjadi pada 6 Oktober 2025, ketika Zain resmi menyandang pangkat Brigadir Jenderal Polisi atau jenderal bintang satu. Kenaikan pangkat itu berlangsung di Rupatama Mabes Polri dan dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Setahun setelah menyandang pangkat jenderal, Zain kembali memperoleh penugasan strategis melalui penunjukannya sebagai Wakapolda Banten.
Nama Zain bukan sosok baru dalam dinamika keamanan di kawasan Tangerang. Dalam perjalanan kariernya, ia pernah menjabat Kapolres Magelang Kota pada 2014, Kapolres Sidoarjo pada 2018, Kapolresta Tangerang pada 2021, serta Kapolres Metro Tangerang Kota sejak 2022 hingga Juli 2025.
Pengalaman di sejumlah daerah tersebut memberinya rekam jejak dalam memimpin satuan kewilayahan dengan karakteristik masyarakat dan tantangan keamanan yang berbeda.
Khusus di Tangerang, pengalaman memimpin kepolisian di tengah tingginya aktivitas ekonomi, mobilitas penduduk, dan kompleksitas persoalan perkotaan menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan pengabdiannya.
Setelah bertugas di wilayah, Zain melanjutkan karier pada sejumlah posisi strategis di tingkat pusat. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pidana Umum Bareskrim Polri, Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Wadir Tipideksus) Bareskrim Polri pada Mei 2025, serta Kepala Biro Pengawasan Penyidikan (Karowassidik) Bareskrim Polri pada 2025.
Sebelum ditunjuk menjadi Wakapolda Banten, ia mengemban jabatan Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II Bareskrim Polri.
Perjalanan dari kepemimpinan di tingkat polres hingga penugasan di Bareskrim menunjukkan pengalaman profesionalnya mencakup dua lingkungan penting kepolisian: pelayanan keamanan secara langsung di wilayah dan pelaksanaan fungsi penegakan hukum di tingkat pusat.
Sebagai Wakapolda, Zain akan mendampingi Kapolda Banten dalam menjalankan fungsi kepemimpinan, pengawasan, koordinasi, dan pengendalian pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah hukum Banten sesuai pembagian tugas yang berlaku.
Tantangan yang dihadapi tidak ringan. Banten memiliki kawasan industri, pusat pertumbuhan ekonomi, jalur transportasi strategis, kawasan pariwisata, serta wilayah permukiman dengan kebutuhan keamanan yang beragam.
Di tengah dinamika tersebut, masyarakat membutuhkan kehadiran kepolisian yang profesional, responsif, transparan, dan konsisten dalam menegakkan hukum.
Pengalaman Zain di Tangerang dan Bareskrim Polri menjadi modal profesional yang relevan. Namun, rekam jejak jabatan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Kualitas pelayanan kepada masyarakat, akuntabilitas penanganan perkara, pengawasan internal, serta ketegasan terhadap pelanggaran hukum akan menjadi indikator penting dalam menilai kinerja kepemimpinan kepolisian.
Publik juga akan menaruh perhatian pada bagaimana jajaran Polda Banten memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, lembaga penegak hukum, serta elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan.
Penunjukan Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho merupakan bagian dari dinamika mutasi dan pengembangan karier perwira tinggi Polri. Bagi Zain, penugasan ini melanjutkan perjalanan panjang sejak menjadi taruna Akpol hingga mencapai pangkat jenderal bintang satu.
Kembalinya ia bertugas di wilayah Banten juga memberikan dimensi tersendiri, mengingat sebelumnya ia pernah memimpin satuan kepolisian di Tangerang,Meski demikian, arti penting sebuah jabatan tidak hanya terletak pada pangkat atau panjangnya daftar penugasan. Nilai pengabdian akan ditentukan oleh hasil kerja, integritas, kepatuhan terhadap hukum, dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
Kini, tantangan bagi Wakapolda Banten yang baru adalah menerjemahkan pengalaman panjang tersebut menjadi penguatan institusi dan pelayanan kepolisian yang semakin baik di banten Polri Bersama Masyarakat.red
Tidak ada komentar