Secangkir Kopi Pererat Silaturahmi Dan Lahirkan Ide Positif Lintas Organisasi

waktu baca 4 menit
Kamis, 15 Okt 2026 05:20 7 PILARBANTENNEWS

TANGERANG, PILAR BANTEN NEWS – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai aktivitas di lingkungan Pengelola Paguyuban Pasar Swadaya Sangiang Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. Di bawah kepemimpinan M. Jefry Benyamin, kebiasaan menikmati kopi sore menjadi lebih dari sekadar rutinitas, tetapi juga ruang silaturahmi, pertukaran gagasan, dan penguatan komunikasi antar elemen masyarakat.

Kebiasaan tersebut kembali terlihat pada Rabu (14/10/2026), ketika pengelola Pasar Swadaya Sangiang Jaya menerima kunjungan sejumlah tokoh organisasi dan praktisi hukum. Mereka yang hadir di antaranya Ketua DPP LBH PMBI, Dr. Darman Sumantri, S.H., M.H., yang didampingi Ketua LBH PMBI Provinsi Banten, Adv. Jumroni, S.H., serta Ketua DPAC BPPKB Banten, Kang Sobar.

Pertemuan berlangsung dalam suasana santai tanpa agenda formal. Berawal dari kunjungan dan silaturahmi, obrolan ringan sambil menikmati kopi dan uli bakar berkembang menjadi ruang bertukar informasi, pengalaman, serta pandangan mengenai berbagai persoalan sosial dan dinamika kehidupan bermasyarakat.

M. Jefry Benyamin., yang mengelola Pasar Swadaya Sangiang Jaya, juga aktif dalam kegiatan organisasi. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua LBH PMBI Provinsi Banten dan Dewan Penasihat BPPKB Banten tingkat DPAC Kecamatan Periuk.

Saat ditemui di kantornya, Jefry menjelaskan bahwa tradisi menerima kunjungan berbagai kalangan tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun. Menurutnya, pertemuan informal dapat menjadi sarana efektif untuk membangun komunikasi dan mempererat hubungan antarpersonal maupun organisasi.

“Diskusi kecil seperti ini sering terjadi tanpa direncanakan. Kebetulan saya sedang berada di kantor, lalu teman-teman juga mampir. Akhirnya, kami ngopi bersama sambil ngobrol dan bertukar pikiran,” ujar Jefry.

Ia menegaskan, pihaknya terbuka menerima siapa pun yang ingin bersilaturahmi, baik dari kalangan aktivis, organisasi kemasyarakatan, lembaga bantuan hukum, maupun masyarakat umum.

“Bagi kami, siapa pun boleh datang. Kami terbuka untuk teman-teman aktivis, organisasi, LBH, maupun masyarakat umum. Sambil menikmati kopi, kami bisa berdialog, saling memberikan masukan, dan berbagi pengalaman,” tambahnya.

Menurut Jefry, pertemuan sederhana yang berlangsung secara berkelanjutan tersebut memberikan manfaat bagi semua pihak. Beragam latar belakang dan pengalaman para tamu membuka kesempatan untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, serta memahami berbagai sudut pandang terhadap persoalan di lingkungan masing-masing.

Lebih dari itu, komunikasi yang terjalin secara terbuka dinilai dapat menjadi fondasi untuk membangun kolaborasi positif. Melalui interaksi yang intensif, hubungan antarorganisasi dan masyarakat dapat terpelihara sehingga peluang untuk berkontribusi dalam kegiatan sosial semakin terbuka.

Semangat kebersamaan tersebut sejalan dengan partisipasi Paguyuban Pasar Swadaya Sangiang Jaya dalam berbagai kegiatan sosial, baik di sekitar kawasan pasar maupun di lingkungan masyarakat yang lebih luas, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang tersedia.

Bagi Jefry, kepedulian sosial tidak selalu harus dimulai melalui kegiatan besar atau forum resmi. Komunikasi yang sederhana, apabila dibangun dengan ketulusan dan sikap saling menghargai, dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan solidaritas dan memperkuat kebersamaan.

Ada hal menarik dari tradisi ngopi sore di lingkungan pengelola pasar tersebut. Para tamu tidak harus disambut dengan acara mewah atau hidangan istimewa. Secangkir kopi dan uli bakar sudah cukup untuk menciptakan suasana akrab dan membuka ruang percakapan yang bermakna.

Kesederhanaan itu menjadi nilai tersendiri di tengah kehidupan sosial yang semakin dinamis. Sebab, kualitas sebuah pertemuan tidak semata-mata ditentukan oleh kemewahan tempat atau hidangan, melainkan oleh kesempatan untuk saling mengenal, mendengarkan, bertukar pikiran, dan menghargai perbedaan pendapat.

Jefry berharap, tradisi silaturahmi dan diskusi santai di lingkungan Pengelola Pasar Swadaya Sangiang Jaya dapat terus dipertahankan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Harapan kami, teman-teman yang datang bisa terus membawa manfaat dan menjaga silaturahmi. Walaupun hanya bertemu sambil menikmati kopi dan uli bakar, mudah-mudahan ada ilmu, pengalaman, dan hal positif yang bisa dibawa pulang,” tuturnya.

Tradisi tersebut menunjukkan bahwa ruang dialog tidak selalu harus hadir dalam bentuk seminar, rapat, atau pertemuan resmi. Dari obrolan sederhana, hubungan baik dapat terjaga, gagasan dapat berkembang, dan peluang kerja sama dapat terbuka.

Dari meja sederhana di Pasar Swadaya Sangiang Jaya, secangkir kopi menjadi penghubung silaturahmi. Sementara itu, percakapan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan menjadi bagian dari upaya merawat kebersamaan dan membangun komunikasi yang konstruktif di tengah masyarakat Kota Tangerang.Red

PILARBANTENNEWS

PT Pilar Banten News merupakan entitas perusahaan pers lokal yang menaungi media siber independen Pilar Banten melalui portal berita utamanya di Pilar Banten.domine resmi pilarbantennews.co.id

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

LAINNYA